Yuldiais's Blog

Take the silver line of life

Hi (New) World!

Hello,,

It has been long time enough for me not open my wordpress. Today, suddenly i remembered my blog and i miss to write on it. Ow.. opening this blog brings me to some times ago.. time when i was still single and fought to my self to find peace in my life.

Many things has been happened to my life. Too short to write through this blog. Robbi, sometime i want to die, not because i give up with this life but i just want to meet You and also your prophet Muhammad (pbu). I miss you ya Robbi,, i want to know where my place in here after. I dont want to make any mistake which increase my sins to You.

Robbi, my heart feels peace everytime i remember death. I hope i die husnul khotimah. but sometime i’m not ready to die because of my sins. I’m not 20th-years-old woman anymore, i’m 30th.

Robbi, give me Your path. Two days ago You gifted me, “i’m not mine” in my mind. I dont know those words come out in my mind. I’m sure it must be from You.

Thursday, 4 December 2014

my class, 3c, 14.00 wib

Leave a comment »

Tips Cari Lelaki masa Kini

baitul_muslim

Carilah LELAKI yang bisa mengingatkan mu tentang SHOLAT,
Bukan LELAKI yang selalu mengajak JOGET DAN BERGOYANG..!

Carilah LELAKI yang selalu
mengingatkan dirimu untuk MENGAJI,
Bukan LELAKI yang selalu mengajak muSMS TIAP-TIAP HARI..!

Carilah LELAKI yang selalu mengingatkan mu tentang MENUTUP
AURAT,
Bukan LELAKI yang hanya senang menyuruh membuka AURAT..!

Carilah LELAKI yang bisa mengajarimu
MENGHORMATI ORANG TUA,

Karena disitu letaknya pintu SYURGA..

sumber

Leave a comment »

Modal Masuk Syurga

telagaAda banyak modal yang harus dipersiapkan dan dipenuhi oleh seorang Muslim supaya ia bisa memasuki surga. Pertama, dan yang utama, hendaklah ia menyembah Allah swt dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apa pun.

Hal tersebut diperkuat oleh hadits-hadits Rasulullah saw yang lain, di antaranya, “Abu Dzar RA, dari Nabi saw bahwasanya beliau bersabda: Jibril as mendatangiku, lalu memberi berita gembira bahwa siapa pun umatku yang mati dalam keadaan tidak menyekutukan Allah swt dengan sesuatu apa pun, maka ia masuk surga” (hadits shahih muttafaqun ‘alaih, lihat Bukhari [1237], Muslim [94]). Dalam riwayat yang lain (Bukhari [2388]) disebutkan, “Meskipun ia melakukan ini dan itu.”

 

Komitmen Melaksanakan Yang Fardhu, Khususnya Rukun Islam

Selain menyembah kepada Allah swt dan tidak menyekutukannya, modal lain yang harus dipersiapkan dan dipenuhi oleh seorang Muslim untuk masuk surga adalah berkomitmen melaksanakan segala yang fardhu (wajib), khususnya yang menjadi rukun Islam, yaitu shalat, zakat, puasa dan haji.

Di antara pengakuan penghuni neraka, setelah ia masuk neraka, adalah mereka tidak melakukan shalat sewaktu mereka hidup di dunia.

Allah swt mengatakan, “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar [neraka]? Mereka menjawab, ‘Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak [pula] memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian.’ Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat dari orang-orang yang memberikan syafaat” (QS Al-Muddatstsir [74]: 42 – 48).

Sebaliknya, orang-orang yang mewarisi surga Firdaus, salah satu penyebabnya, adalah karena mereka memiliki komitmen kuat untuk melaksanakan shalat dan menunaikan zakat.

Allah swt berfirman, “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari [perbuatan dan perkataan] yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat [yang dipikulnya] dan juga memelihara janjinya, dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, [yakni] yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya (QS Al-Mu’minun [23]: 1 – 11).

Mengenai ibadah puasa, Allah swt telah mengkhususkan satu tempat di surga untuk mereka, bernama Ar-Rayyan. Maka untuk memasuki surga, puasa merupakan modal yang luar biasa, dan bahkan spesial.

Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya di surga ada satu pintu bernama Ar-Rayyan, pada hari kiamat, orang-orang yang berpuasa akan memasuki surga melalui pintu ini, tiada seorang pun selain mereka memasuki surga melalui pintu ini. Dikatakan, ‘Manakah orang-orang yang berpuasa?’ Lalu orang-orang yang berpuasa masuk melaluinya, lalu, jika mereka telah masuk seluruhnya, pintu itu ditutup, sehingga tidak ada sesiapa pun masuk melaluinya” (hadits shahih muttafaq ‘alaih, lihat Bukhari [1896] dan Muslim [1152]).

Sedangkan rukun Islam lainnya, yaitu haji?dan perannya dalam memasukkan seseorang ke dalam surga, Rasulullah saw bersabda, “Antara umrah yang satu dengan yang lainnya merupakan penghapus dosa di antara keduanya, sedangkan haji mabrur, tidak ada balasan baginya kecuali surga” (hadits shahih muttafaq ‘alaih, lihat Bukhari [1773] dan Muslim [1349]).

Dalam hadits lain Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang melakukan haji karena Allah, lalu tidak berkata dan bertindak kotor, dan juga tidak berbuat fasiq, maka ia pulang dari haji dalam keadaan seperti di hari ibunya melahirkannya (bersih tanpa dosa)” (hadits shahih diriwayatkan oleh Bukhari [1521]).

 

Sumber Majalah UMMI

Leave a comment »

10 Kunci Sukses Membina Rumah Tangga

Berikut 10 kunci sukses membina rumah tangga :
1. Jangan melihat ke belakang terutama dengan membandingkan dengan masa lalu. Hidup adalah kenyataan hari ini dan bukan di masa lalu.

2. Berpikir objektif dan positif
Jangan pernah su’udz zhan, dan berburuk sangka. Sikapi masalah dgn bijak dan penuh hikmah.

3. Lihat kelebihan pasangan, jangan sebaliknya
Untuk menumbuhkan rasa optimistis, lihatlah kelebihan pasangan kita. Jangan sebaliknya, mengungkit-ungkit kekurangan yang dimiliki.

4. Saling percaya
Tanpa rasa saling percaya antara pasangan suami-istri, perkawinan tentu tak akan berjalan mulus. Membangun rasa saling percaya juga merupakan perwujudan cinta yang dewasa.

5. Memenuhi Kebutuhan Seksual
Prinsip hubungan seks yang baik adalah adanya keterbukaan dan kejujuran dalam mengungkapkan kebutuhan Anda masing-masing. Intinya, kegiatan seks adalah untuk saling memuaskan, namun perlu dihindari adanya kesan mengeksploitasi pasangan. Kegiatan seks yang menyenangkan akan memberikan dampak positif bagi Anda berdua.

6. Hindari pihak ketiga
Kehidupan perkawinan merupakan otonomi tersendiri, yang sebaiknya tak dicampuri oleh pihak lain, apalagi pihak ketiga. Kehadiran pihak ketiga yang ikut campur tangan atau mempengaruhi dan masuk ke wilayah otoritas keluarga, bisa menciptakan bencana bagi rumah tangga tersebut.

7. Menjaga romantisme
Terkadang, pasangan suami-istri yang sudah cukup lama membangun mahligai rumah tangga tak lagi peduli pada soal yang satu ini. Tak ada kata-kata pujian, makan malam bersama, bahkan perhatian pun seperti barang mahal. Padahal, menjaga romantisme dibutuhkan oleh pasangan suami-istri sampai kapan pun, tak cuma ketika mereka berpacaran.

8. Adakan selalu komunikasi
Komunikasi juga merupakan salah satu pilar langgengnya hubungan suami-istri. Hilangnya komunikasi berarti hilang pula salah satu pilar rumah tanga.

9. Saling memuji dan memperhatikan
Pasangan Anda perlu untuk dihargai. Memuji tak butuh biaya atau ongkos mahal. Yang dibutuhkan adalah ketulusan dan rasa cinta pada pasangan.

10. Sertakan sakralitas dalam rumah tangga
Salah satu pijakan yang paling utama seorang rela berumah tangga adalah karena adanya ketaatan pada syariat Allah. Karena itu, jagalah kesakralannya.

Semoga kita termasuk keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Aamin

sumber

Leave a comment »

Sampai Syurga

Cerita Rumah Tangga

Sejak kecil saya sering melihat, papa sebelum keluar dari rumah untuk kerja, papa akan mencium dahi mak sambil membisik ‘I love you’ di telinga mama.Mama pula akan senyum keriangan sepanjang hari, melakukan kerja-kerja rumah menanti kepulangan papa dari kerja.

Bila tiba waktu zohor, selepas solat, mama akan menghantar satu sms untuk papa bertanyakan sudah papa makan tengahari.

Bila lepas azar, mak akan mula ke dapur menyiapkan makanan untuk makan malam bersama papa.

Mama tidak bertanya apakah papa malam ini akan pulang makan. Mama selalu masak dan lepas itu barulah mak menghantar sms ke papa bertanya apakah papa akan pulang untuk makan.

Jika papa kata ya, mama akan tunggu sehingga papa balik baru makan, walaupun perut sudah berbunyi kuat tapi saya akan disuruh makan dulu tanpa menunggu papa.

Gambar Hiasan
Satu malam, mama bertengkar dengan papa kerana papa berkata sesuatu yang mama tidak suka.Pada sebelah paginya, mama tetap menyediakan sarapan pagi untuk saya dan papa.

Tapi mama dan papa tetap tidak bercakap antara satu sama lain.

Pagi itu, ketika papa keluar pintu rumah, papa tidak mengucup dahi mama. Mama pula buat tidak tahu dan tidak memberikan salam pada papa.

Apabila kereta papa sudah keluar, mama menangis.

“Mama, mengapa ngangis?” tanya saya.

“Tak ada apa,” kata mak yang melihat ke ruang tempat ayah meletak kereta yang kini kosong.

Mama balik ke bilik melipat kain. Saya pula bersiap nak

15 minit kemudian, ada kereta henti di depan rumah. Saya keluar melihat.

Papa patah balik. “Mana mana?”

“Dalam bilik.”

Papa terus ke bilik. Saya mengikut. Papa terus memeluk mama dan mencium dahinya dan membisik ‘I love you’ di telinga mama.

Air mata mama mengalir lagi.

“Hati abang tak tenteram bila abang pergi kerja tanpa salam dan doa ayang,” kata papa sebelum beredar balik ke kerja.

Mama tersenyum semula riang.

“Mama tadi menangis pasal papa ke? Mama senyum ini pun pasal papa ke?”

“Anak mama ini. Ya, mama menangis dan senyum pun untuk papa?” jawab mama.

“Papa ini nakallah, sekejap buat mama ngangis, sekejap buat mama senyum,” kata saya.

“Tak. Papa orang baik. Mama yang sakitkan hati papa semalam. Apa yang mama nak papa beri, tapi itu bukan sumber kegembiraan mama. Mama merajuk semalam tatkala papa letih kerja kerana lupa belikan hadiah buat harijadi ayang. Papa kata terlupa, mama pula terlebih kata papa tiada hati untuk keluarga.

Biasalah perempuan ini mudah merajuk, walaupun salah, dia mengharapkan suaminya datang memujuknya semula. Tapi oleh kerana papa tak buat demikian, mama merajuk dalam hati tak cakap. Tapi bila papa pergi kerja tak cium dahi mama, mama menangis bukan kerana papa, tapi kerana mama terasa terlepas peluang untuk berbaik dengan papa, dan terasa papa tak sayang kat mama. Tapi apabila papa balik mencium dahi mama, mama terasa papa sangat sayang kat mama, dan mama sempat memohon maaf pada papa, sebab itu mama senyum,” kata mama.

Saya tak berapa faham kata-kata mama kerana masa itu kecil.

Sebelah malamnya, saya bertanya papa ketika mama sudah tidur keletihan.

“Papa, mengapa papa patah balik pagi tadi?” tanya saya.

“Mama dah bertungkus-lumus jaga keluarga ini dan ingin pastikan keluarga ini bahagia dan gembira. Tapi bila mama tahu papa terlupa beli harijadi ayang, mama naik berang kata papa tiada hati untuk keluarga. Papa terguris sedikit, tapi papa ada ego tak nak mengaku salah.

Masa memandu terfikir bagaimana mama setiap hari membuat yang terbaik untuk sarapan dan menunggu papa pulang untuk makan malam bersama, papa terasa bersalah bertindak kejam pada mama dengan tidak mencium dahi mama. Papa pulang kerana papa tahu mama adalah orang terpenting dalam hidup papa dan papa tak boleh biarkan mama sedih walaupun sesaat… ayang akan faham bila kahwin nanti,” terang papa.

Kini saya sudah berkahwin – saya akhirnya faham apa yang dilalui mama dan papa. Rupa-rupanya ombak yang melanda mama dan papa sekali-sekala ini bukan merosakkan hubungan tapi ia memperkuatkan lagi kesayangan dan keeratan dengan orang tersayang setelah ombak itu reda kerana kedua-dua akan memahami betapa pentingnya pasangan masing-masing dalam hidup mereka.

Sumber: Dato’ Tuan Ibrahim bin Tuan Man (Official)

Leave a comment »