Yuldiais's Blog

Take the silver line of life

Dapet rezeki nomplok dalam sehari

on September 8, 2010

Bismillah..

Kta orang, kalo punya rezeki itu  bagi-bagi…, karena dengan berbagi kita berarti.. Alhamdulillah aku ktibanan rezeki nomplok, banyak.. aku ingin bagikan ini dengan siapapun. karena banyak, jadi ya tulisannya pun banyak.. semoga mendapatkan banyak hikmah. selamat menikmati..🙂

Hari jumat 3 September 2010,  lepas tilawah subuh, aku mengawali aktivitas pagiku dengan mengantarkan temen kosan ke travel dengan keberangkatan ke bandara Sukarno-Hatta. Sepulangnya aku melihat tumpukan cucian piring dan gelas teman-teman kosan di dapur, aku melihat itu sebagai kesempatan bagiku merebut perhatian Allah, bismillah…aku cuci gelas dan sebagian tumpukan panci yang lainnya, memang tidak semua aku cuci karena jam dinding telah menunjukkan angka 6.45 wib, yang berarti aku kudu siap-siap berangkat ke kantor.

Pulang dari kantor, aku janjian dengan temanku yang mau pulang ke Jtw naik travel langganan kami di pasteur. Aku nitip sekardus buku ke dia untuk ku taruh di rumah. Di pool travel tersebut, aku lihat ada tahu sumedang, aku tahu ibuku pasti suka dengan tahu sumedang, lalu aku beli tahu sumedang dan aku titipkan ke temanku. Aku lagi-lagi melihat peluang merebut perhatian Allah, aku belikan juga temanku itu tahu sumedang, jadi aku beli dua bungkus tahu sumedang. Travel temanku berangkat, aku pun tancap gas menuju sebuah toko yang menjual tahu cina, aku beli tahu titipan adik kosanku yang mau mudik jam 7 malam. Kemudian aku kembali ke kosan, aku janji dengan dua orang temanku, katanya mereka mau sharing untuk perkembangan bisnis mereka. Oke,,dengan semangat aku menanti kedatangan mereka…🙂

Yang dinanti pun datang, langsung saja kami sharing beberapa hal mengenai bisnis. Saking semangat dan serunya kami sharing bisnis di kamar kosanku, aku sampe lupa menyiapkan ta’jil untuk kami bertiga berbuka puasa. Sepuluh menit sebelum azan maghrib berkumandang, aku izin ke mereka untuk menyiapkan ta’jil berbuka. Alhamdulillah aku sempat buatkan teh hangat manis untuk kami bertiga berbuka puasa  dan mengoleskan roti dan meses untuk santapannya. Alhamdulillah…

Selepas salat maghrib berjamaah, baru saja aku selesai berdoa, adik kosanku, Ulan, menghampiriku di kamar dengan wajah yang memerah, panik, dan bingung ketakutan. “Mbak Yuldi, ow,Mbak lagi ada temennya ya…? Aku boleh minta tolong anterin ke travel, di taman sari, berangkat jam 7. Dari tadi jam 5.45 aku nelp taksi tapi gak nyambung aja, aku tunggu di luar pun gak ada taksi kosong yang lewat…”, pintanya kepadaku dengan nafas yang balapan dengan suaranya… “Oke”, jawabku singkat. Ulan pergi menungguku di luar kosan sedangkan aku lanjut menyempurnakan salat maghribku dengan salat sunat ba’da maghrib. Kedua temanku tadi pun pamit pulang karena suami dan anak mereka telah menanti di rumah.

Sesampainya di luar kosan, wajah adik kosanku masih saja seperti tadi, panik gak karuan. Aku mencoba menenangkan diriku agar dia juga ikut tenang. “Hhmmm…ya Allah, gimana caranya ya antar adikku ini dengan membawa tiga tas?! 1 koper roda, satu tas jinjing, dan satu ransel. Hmm…ini memang tepat dibawa pake taksi” pikirku dalam hati (loh bukannya mikir itu di kepala ya…? hehe…). Subhanallah…saat itu juga Allah langsung memberikan solusinya. Tepat di luar pagar kosan, di saat aku sudah mengeluarkan motorku ke luar pagar kosan, aku ketemu dengan suami Mbak Iyat (yang bantu-bantu rumah ibu kosan) sedang naik motor menunggu Mbak Iyat siap-siap pulang.

“Mas,aku minta bantuan donk, tolong ikut aku yuk anter Ulan ke taman sari. Ada tiga tas Mas…kami gak bisa bawa semuanya…”, pintaku pada Mas suaminya Mbak Iyat. Dengan pro aktiv si Mas (aduh….maap aku belum tau namanya meski kami sering banget ketemu dan ngobrol, tapi aku belum pernah memanggil namanya, karena gak tau ya, kenapa aku gak kepikiran nanya namanya ya selama ini…? ckckc….) langsung turun dari motornya dan mengambil tas koper roda milik Ulan.

“Bentar ya, aku tak manggil Mbak Iyat dulu. Udah siap ko…” izin si Mas masuk ke dalam rumah ibu kos memanggil Mbak Iyat. Waw…suasana semakin panas, lima detik si Mas pergi serasa sudah satu jam, karena saat itu aku ingin Mbak Iyat saat itu juga langsung hadir, “cring” bahasa putri sihirnya, di dekat kami tanpa harus dijemput dulu ke dalam. Hhhmmm….dasar manusia, sulit bangett sich sabar???!!!. Terlintas dalam pikiranku, ah…ya sudahlah aku bawa saja koper roda ini. Langsung saja aku panggil bapak gorengan minta bantuan untuk angkatin tas koper roda ini ke pangkuanku. “Krasak krusuk” tas koper dicoba untuk ditempatkan pada posisi yang tepat, ternyata tidak juga pas, karena kegedean untuk ukuran dipangku di depan motor…

Alhamdulillah…akhirnya sepasang suami istri itu keluar juga.. kasihan, karena saking kami benar-benar mengejar waktu, Mbak Iyat sampe gak sempet menyelesaikan pake jaketnya, lengan jaket sebelah kiri akhirnya dililitkan begitu saja di tubuh mungil Mbak Iyat. Dengan sergap si Mas langsung minta tolong ke Bapak gorengan tadi untuk pindahkan tas koper roda kepangkuan istrinya, Mbak Iyat, yang sudah duduk di atas motor mereka. “Mas, kita ke taman sari ya, lewat cihampelas lalu flying over turus turun di taman sari, lampu merah belok kanan. Oke?!” teriakku memberi arahan jalan yang akan kami tuju. “Oke Neng, Mas ikutin Neng dari belakang” jawab si Mas.

Bismillah…akhirnya kami berangkat. Sejak awal, perasaanku tenang… Alhamdulillah…sambil nyetir aku berdoa pada Allah, “ya Allah, jika Engkau izinkan Ulan pulang malam ini, tolong mudahkan, lancarkan perjalanan kami, cukupkan waktu kami untuk tiba di tempat tujuan”. Dan Alhamdulillah… cihampelas yang terkenal macet bisa kami lewati dengan lancar dan cepat, karena malam itu jalan cihampelas bisa dibilang lengang dari kendaraan. Alhamdulillah…selap selip mobil di lampu merah membantu kami mendapatkan kesempatan untuk jalan duluan.

“Aduh Mbak, sepertinya aku udah ditinggal” suara pasrah Ulan di boncengan motorku. Ya Allah yang lagi Maha Penolong, tolong kami… “Yang mana Lan pool travelnya?” tanyaku setelah semakin dekat kami dengan pool travel. “Sebelah kanan Mbak. Aduh…sepertinya mobilnya sudah berangkat. Kayaknya aku ditinggal” jawab Ulan semakin pasrah. “Belum ko, itu ada mobil yang masih di pool baru mau berangkat” balasku untuk meyakinkan dia masih bisa dapat tumpangan.

Dan Alhamdulillah… motor kami sampai di tempat pool persis jam 7 dan mobil memang sudah mau berangkat. Ulan langsung turun dari motor berlari kecil ke petugas administarsi. Selang beberapa detik Mbak Iyat dan suaminya pun sampai setelah kami. “Neng, butuh bantuan donk tas ini…” goda Mbak Iyat sambil tersenyum genit minta tolong kepadaku turunin tas roda yang dibawanya. “oh…hehehe….iya ya, Mbak kesulitan nuruninnya ya…?” balasku ringan kepadanya sambil becanda. Akupun turun dari motorku dan membantu Mbak Iyat menurunkan tas koper roda. Sip, Alhamdulillah… “Neng,Mbak duluan ya…” pamit Mbak Iyat setelah aku menurunkan tas koper roda. “Ow..oke Mbak, Mas. Makasih banyak ya… makasih…🙂 “ ucapku berterimakasih kepada mereka atas kebaikan mereka. “iya, sama-sama ya…”. akhirnya mereka berdua pergi dengan motornya.Tak lama kemudian, Ulan keluar dengan lari kecil (emangnya sa’i?) menuju ke arahku yang masih duduk di atas motorku. “Alhamdulillah Mbak, masih bisa pergi sekarang. Aku pergi ya… Makasih ya Mbak…” lapornya sekalian pamitan kepadaku. “Oke Ulan, hati-hati ya… :)” balasku.

Alhamdulillah… terimakasih lagi hamba padaMu ya Allah atas kepercayaanMu memilih hamba menjadi jalan kebaikan dariMu untuk hamba-hambaMu, menjadikan hamba “kepanjangan tanganMu” untuk menolong hamba-hambaMu yang membutuhkan pertolonganMu. Alhamdulillah…terimakasih ya Allah, terimakasih. Hamba memohon padaMu, jadikanlah setiap peristiwa yang hamba alami, yang hamba amati, dan yang hamba ketahui dari orang lain yang mengalami kebaikan membuat hamba semakin bersyukur kepadaMu. Tolong bukakan pintu hikmahMu agar hamba menjadi hambaMu yang semakin tenggelam dalam lautan syukurku padaMu. Ya Allah…tumbuh suburkan rasa cintaku kepadaMu agar setiap pikiran, lintasan niat, dan tindakan hamba menjadi ibadah kepadaMu, sebagaimana dalam firmanMu QS 51:56,

Tidak Ku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk  beribadah kepadaKu

Aamiin.

Masih di hari yang sama, hari jumat 3 September 2010, hari ke 24 bulan ramadhan 1431H, malam ke-25 ramadhan, yang berarti malam ganjil, malam yang sangat menggairahkan untuk itikaf. Pulang dari antar Ulan, aku makan, mandi, salat, dan siap-siap itikaf. Aku siapkan cemilan untuk aku bagikan kepada teman-teman baruku saat itikaf nanti. Bismillah…jam 22.00 aku berangkat itikaf ke masjid favoritku setiap itikaf.

Subhanallah…tadi malam aku merasakan itikaf kali ini, paling enak dibandingkan malam-malam sebelumnya. Nikmat…!  Aku tidur setelah membaca buku yang dipinjamkan oleh sahabatku. Dan Subahanallah Alhamdulillah aku tidur dengan enak dan nyenyak!. Aku mimpi indah (hmmm…tak usah ku ceritakan ya apa itu mimpinya, yang pasti mimpi yang melegakan pikiran dan perasaan..).  Saat aku bangun dari tidur, aku merasakan kesegaran pada kepalaku, pada badanku, dan aku membutuhkan sedikit waktu untuk menyadarkan diriku kalo aku sudah bangun dari tidur.

Ku ambil air wudhu, ku lanjutkan dengan salat tahajud dan witir. Di dalam munajatku pada Allah, aku bersyukur atas mimpi indah tadi. Alhamdulillah…meski aku tidak tau apa arti mimpi itu dan akupun tidak mau mencari tau tentang arti mimpiku itu, aku takut terjebak ke dalam hal-hal yang dilarangNya. Biarlah Allah saja yang mengetahui itu, sedangkan aku cukup  mensyukurinya saja… enak toh…?!🙂

Dan memang benar, menolong untuk kebaikan itu sangat menyenangkan, karena ia mampu memuaskan batin, membangkitkan ghirah, dan menyegarkan otak. Dan menolong itu membahagiakan. Lagi-lagi hamba bersyukur kepadaMu ya Allah ya Rabbi telah mempercayai dan memilih hamba menjadi jembatan kebaikan dariMu untuk hamba-hambaMu yang membutuhkan pertolonganMu. Ya Rahman ya Rahim…karuniakan hamba kemampuan menjaga kepercayaanMu ini. aamiin ya rabbal alamin.

Alhamdulillah…semua yang aku tuliskan di tulisan ini adalah rezeki dari Allah yang ku peroleh di hari ke-24 ramadhan 1431H. Karena kita semua tau bahwa rezeki itu memiliki arti dan makna yang luas. Alhamdulillah…ya Allah yang Maha Razaq, Ghaniy, dan Mughniy,tambahkanlah rezekiku, rezeki yang halal, thayib, berkah, besar, melimpah dan berkelanjutan, dan limpahkanlah karuniaMu pada hamba kemampuan mengelola rezeki yang Engkau berikan pada hamba. Aamiin

kesempatan bagiku merebut perhatian Allah

One response to “Dapet rezeki nomplok dalam sehari

  1. dali_gladiolus says:

    teman yang dimaksud habis subuh itu adalah aku… heheh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: