Yuldiais's Blog

Take the silver line of life

Sisi Lain Sandiuno (Sandiaga Salahuddin Uno)

on September 4, 2011

Sandiuno

Orang itu Sandiaga Uno, aku memanggilnya Mas Sandi, kalian pasti tau dia siapa… konon dari 230 juta orang Indonesia, dia adalah nomer 27 yang paling kaya. Saratoga perusahaannya menggurita, maskapai Mandala pun dalam genggamannya. Malam itu begitu istimewa, aku dan kawan-kawan Wirausaha Mandiri Jogja bisa nongkrong santai di pinggir sawah dengan mas Sandi, suara jangkrik bersautan mengiringi obrolan kami berlima.

Ketika Firman dan Andi bercerita tentang bisnis mereka, tentang industri tela dan pengolahan limbah, aku justru malas membahasnya… pengen yang slow-slow saja.

Aku ingat Januari lalu, kami rapat kecil dengan Mas Sandi di Eksekutif Lounge Bandara Adi Sucipto sehabis dia ngisi seminar di UGM, makanan dan minuman terhidang di meja, kami berebutan mengambilnya, Mas Sandi tidak menyentuhnya karena sedang puasa. Aku masih menggenggam kacang goreng ketika dari balik jendela lounge kulihat Jet pribadi membawa Mas Sandi take off pulang ke Jakarta.

“Mas… Apa yang bikin Mas Sandi tetap konsisten dalam ibadah mas? Dirimu dah super saksess, tapi aku pernah baca puasa Daud masih rutin mas Sandi lakukan, Sholat Dhuha juga gak pernah putus… Maluuuu aku mas kalo lihat ibadahmu, kok bisa dirimu seperti itu” kataku penuh tanya

Mas Sandi tersenyum, kepala plontosnya oleh-oleh umroh tampak lucu malam itu.

“jadi begini, ibadah itu kalo sudah rutin kita lakukan bukan lagi menjadi sebuah kewajiban tapi menjadi sebuah kebutuhan. Jadi kalo aku gak sholat dhuha aja sekali, tiba-tiba ada sesuatu yang hilang. Aneh rasanya… walaupun itu Sunnah jadi terasa wajib. Dan aku ngerasain sekali hikmahnya, sudah 7-8 tahun ini aku rutin aku lakukan, rejeki itu seperti gak aku cari, semua datang sendiri.. seperti dianter rejeki itu” Mas Sandi mulai bercerita.

“Dhuha mu berapa rakaat mas?” tanyaku lagi

“delapan Insya Allah..” Jawab Mas Sandi singkat

“aku juga sering banget merasa diselamatkan oleh Allah dengan banyak kejadian-kejadian yang tidak berhasil aku dapatkan. Dulu aku pernah dicalonin jadi bendahara Partai Demokrat lho, waah kalo sampai kejadian maluuu wajah kita sekarang muncul di koran-koran, pasti ikut keseret-seret yang begituan! Hehehe… “ lanjut Mas Sandi.

“Jadi benar itu, sesuatu yang kita anggap baik buat kita, belum tentu baik di mata Allah! Dan aku banyaaak banget ngalami, sehingga aku merasa justru aku diselamatkan oleh Allah ketika aku tidak mendapatkannya…”

Kami manggut-manggut mendengarnya…

Aaah… Aku yang paling terpana, ternyata Jakarta tidak mengambil Tuhannya… Mas Sandi membuktikan istiqomah di jalur hidupnya.., aku terlalu naif memvonis Jakarta.

Biasanya para mahasiswa selalu mengucap ini ketika mereka menyalamiku sehabis aku mengisi seminar di kampus-kampus. Malam ini aku yang melakukannya, sambil menggenggam erat tangan Mas Sandi aku menyampaikan harapanku… “semoga aku bisa saksesss seperti kamu ya mas!”

http://saptuari.blogspot.com/2011/09/mushola-di-pojok-desa.html?m=1

Subahanallah ya, jd semangaaaat dhuha niih, harus dibiasain 8 rakaat ya??, ( bisanya cm 4🙂, 8 skali2 doank.

sumber : milis pribadi


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: