Yuldiais's Blog

Take the silver line of life

Terjebak Dalam Menulis

on February 18, 2012

Berawal dari keisenganku ngirim sms tentang hujan ke seorang temanku. Dia membalas dengan pertanyaan “Suka nulis ya..? gabung yuk di komunitas penulis..”. Aku pun membalas smsnya “sukaaa…tapi bukan tulisan sastra”, kemudian dia mengundangku untuk datang ke sebuah kafe di daerah Jakarta Pusat. Deal, akhirnya akupun datang ke acara itu.

Menyenangkan. Perasaan itu yang pertama kali aku rasakan. Berkenalan dengan orang-orang baru, lingkungan baru, dengan minat baru yang bagiku sebenarnya minat lama dan tersembunyi. Sesi obrolan santai sesama anggota mengalir, mulai dari saling kenalan, cerita hobi, karya tulis, hingga kerendahan hati beberapa anggota yang bilang belum bisa menulis. Semua seakan menyatu. Eh, kalo aku bukan merendah hati saat bilang belum bisa menulis, tapi aku ngomong apa adanya. Hehe…🙂

Tiba giliranku bercerita. Well, aku bilang kepada mereka, aku suka menulis tapi bukan karya sastra seperti mereka. Aku suka membaca tapi juga bukan karya sastra seperti mereka. Aku suka membaca buku-buku atau bacaan yang berisi informasi dan keilmuan. Dan aku pun lebih suka menulis tentang informasi, laporan, ataupun keilmuan.

Bukan berarti aku anti dengan karya sastra, no..! Aku juga baca novel, cerpen, prosa, hanya saja aku bukan pemburui karya-karya sastra, apalagi puisi.. Waduh…aku gak ngerti! Sepertinya otakku gak nyampe untuk memahami maksud puisi. Bagiku, maaf, to the point aja deh jika mau menyampaikan sesuatu, hehehe…. peace (^_~)v Tapi, aku selalu salut sama mereka yang pandai membuat puisi. Hebat!

Setiap pertemuan memiliki topik pembahasan yang berbeda. Saat itu, topiknya tentang Lucid Dream Cum Magic. Pertama kali baca topiknya di tempat, waduh…aku bener2 blank!!, ga ngerti benda apaan tuhhh..  Setelah mendengarkan beberapa anggota bicara tentang topik tersebut, perlahan aku mulai mengerti apa toh yang dimaksud dengan topik itu. Kemudian, setiap anggota diminta untuk membuat tulisan tentang topik itu. Waktu menulis terbatas. Selesai menulis, semua anggota harus membacakan hasil tulisannya. Orang pertama yang diminta membaca adalah aku. Wedeww..

Pelor, bukan singkatan PEnyuka teLOR, tapi PEnikmat moLOR. Haha…itu gue banget. Saat mata ngantuk, otak merintahkan badan gue untuk melakukan ritual sebelum tidur. Berbekal doa dan ucapan syukur pada ilahi atas nikmat yang tercurah setiap hari, gue semangat banget menjemput mimpi.

Kalo ditanya mimpi, gue termasuk yang gak terlalu “ngeh” ataupun peduli sama mimpi gue, karena gue sangat menikmati setiap episode mimpi gue, kecuali mimpi-mimpi khusus saat gue lagi istikharah. Haha… mimpi jadi bagian yang gue perhatiin.

Terjadinya mimpi  bisa dijelaskan secara ilmiah. Sebuah ilmu non formal yang bisa dijadikan referensi adalah NLP (Neuro Linguistik Program). Memahami NLP dan cara kerjanya, bikin kita mengerti kenapa mimpi kita begini atau begitu. Lucid Dream Cum Magic adalah sebuah istilah yang berasal dari ilmu NLP. Well, dalam kertas mungil ini gue gak bisa ngejelasin detail, yang pasi apapun yang terjadi di dunia ini, semua terjadi karena izin ilahi.

So, nikmatin aja setiap mimpi-mimpi kita,, karena itu karunia ilahi. Dan yang perlu kita ingat dan lakukan adalah baca doa sebelum tidur agar tidur kita menjadi ibadah🙂 Semoga kita masih terbangun lagi dari tidur untuk melanjutkan hidup.

Nah,, kalian udah baca kan tulisan pertamaku dalam waktu singkat..? coba deh perhatiin, bahasanya acak kadut, sistematikanya gak banget, dan sifatnya informatif. Beda banget dengan teman-temanku di sana, mereka menggunakan bahasa yang sastra bangettt..!!! Wus…bener-bener deh aku salut bangettt sama mereka yang memiliki daya imajinatif yang tinggi dalam mendeskripsikan scene dan perasaan si tokohnya. Aku sampe larut dalam deskripsi mereka.

Oya, bagi kalian yang suka menulis dan udah sering menulis hingga sudah menghasilkan karya tulis tapi belum dipublikasikan,, atau jika kalian mau mempublikasikan karya tulis kalian, kalian bisa coba tuh di nulisbuku.com

Pulang dari sana, feel ku tentang menulis semakin bertambah. Blog ini biasanya aku isi dengan artikel dari orang lain, tapi perlahan aku coba untuk menuliskan hasil pikiranku sendiri. Awalnya bersifat curhat, semoga selanjutnya berisi tentang tulisan yang nyaman dibaca, mudah dipahami, dan memiliki nilai tinggi. Keuntungan nyata yang aku rasakan, dengan menulis, kerangka berpikirku semakin terarah, bicaraku pun semakin tersistematiskan. Hoho… begitu tohhh.. ^_^

Alhamdulillahirabbil ‘alamin.. Terimakasih ya Allah, Engkau pertemukanku dengan orang-orang baru yang memberiku inspirasi dan motivasi tersendiri..🙂 Tolong bimbing aku agar mampu bersyukur padaMu secara lisan dan perbuatan. Aamiin.


2 responses to “Terjebak Dalam Menulis

  1. irawan says:

    JakPus terlalu jauh dari Cikarang. Ingin suatu saat bisa ngobrol dengan para penulis.

    • yuldiais says:

      Kita pindah-pindah Mas.. dari kafe ke kafe. Pekan depan di Senopati deket blok M. Thanks for visiting my blog..🙂 aku barusan visit blog nya, inspiratif!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: