Yuldiais's Blog

Take the silver line of life

Kenapa Aa Gym?

on August 16, 2012

Saat membaca judul di atas, aku menjawabnya “tidak apa-apa!”, titik.

Loh, lalu kenapa pagi ini aku nge-posting tentang beliau terus..? hmmm…ini karena aku belajar untuk berterimakasih kepada beliau yang telah menjadi jalan hidayah Allah buatku. Awal “kenalan”ku dengan beliau adalah disaat aku kelas 2 SMA, saat ayahku masih aktiv bekerja. Saat itu, kebiasaan ayahku di setiap pagi jam 5 adalah menyetel kuliah subuh yang disiarkan di tv. Setiap hari berganti penceramah, yang aku ingat hanya penceramah di hari jum’at karena saat itu aku mendengar ada suatu kekhasan yang unik pada penceramahnya.

Saat itu, aku belum kenal siapa penceramah setiap jum’at, namun aku merasakan setiap jum’at pagi aku mendapat siraman ruhiyah yang lebih dari biasanya.. lebih mengena. Akhirnya aku tau nama penceramah tersebut, Abdullah Gymnastiar atau yang dikenal dengan nama Aa Gym. Cara ceramah beliau yang ringan namun berbobot membuatku menoleh dan mengaguminya. Saat ayahku dinas ke Bandung, ayah menyempatkan diri datang ke Daarut Tauhiid hanya untuk beli buku-buku tentang beliau. Buku-buku itu ayah beli khusus untukku. Membaca buku-buku beliau membuatku tersadar dan terbuka tentang keindahan Islam. Subhanallah…saat itu aku baru sadar kalau ternyata Islam itu luar biasa indahnya.

Di akhir kelas 2 SMA, aku mulai mengalami gejolak jiwa remaja dalam pencarian jati dirinya. Seperti ada peperangan di dalam batin dan pikiranku, duniaku saat itu seakan2 hancur karena aku tidak tahu harus bagaimana, ditambah lagi sifatku yang introvert, membuatku semakin terkunci di dalam penjara hidup yang aku buat sendiri. Aaahhh…betapa beratnya hidupku saat itu. Lalu apa hubungannya kisahku ini dengan beliau..?

Hubungannya adalah beliaulah yang menjadi pintu hidayah Allah kepadaku tentang agamaku. Aku yang saat itu hanya menjalankan ritual dan rutinitas ibadah sebagai penggugur kewajiban perlahan mulai memahami esensi ibadah. Kini aku baru memahami disaat Allah telah memberikan hidayah, selanjutnya Allah akan membersihkan diri kita melalui ujian-ujianNya. Allah akan menggoyangkan tiang ke dalam hati kita agar terpatri kokoh ke dalam jiwa kita. Saat itulah keraguan hidup melanda apakah yang kita baca, yang kita dapatkan ini merupakan kebenaran ataukah kesesatan.

Namun anehnya, ada energi yang datang yang mendorongku terus mantap melakukan perbaikan hidup. Sholatku dan ibadah-ibadahku yang lainnya semakin nikmat. Perlahan aku mulai mengenal Allah dan RasulNya, mengenal aktivitas-aktivitas yang membuatku semakin mengenal dan mendekatkan diri  kepadaNya. Hingga sekarang, aku terus belajar untuk mengenal dan mendekatkan diri kepadaNya, meski jatuh bangun aku melakukannya. Terluka dalam mencari cintaNya bagiku tidak masalah, justru itu kenikmatan tersendiri yang aku rasakan dalam perjalalan ini.

Saat berita tentang poligami Aa Gym mencuat mendominasi berita di tanah air, saat media dan masyarakat mulai mencemooh beliau, saat itu aku memilih untuk diam tak berkomentar. Tak ingin ikut ke dalam pembicaraan yang aku tidak tau persis peristiwanya, kecuali kata orang, kata media. Ahh…aku muak mendengarnya. Aku tau, saat itu pasti beliau juga tidak ingin berbuat seperti itu, namun aku paham bahwa dalam hidup ini ada hal-hal tertentu yang tidak bisa kita tolak kehadirannya namun harus kita jalani dan lakukan hingga Allah yang menentukan batas waktunya. Sekali lagi, inilah ujian dari Allah dalam rangka pembersihan diri. Peristiwa ini mengingatkanku saat pertama kali aku mulai mengenal islam. Karena itulah aku memilih diam tak berkomentar.

Dan sekarang kita bisa lihat bersama bahwa apa yang telah menimpa beliau dan keluarganya adalah perbuatan Allah yang pasti baik dan terbaik. Tolong, jangan samakan Allah dengan kita. Allah adalah Tuhan sedangkan kita adalah hamba. PASTI berbeda!.

“… Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” QS.Al-Baqarah (2) : 216

Aku menghormati dan mengagumi beliau sebatas manusia biasa, sebatas guru yang memberikan ilmunya kepada muridnya, tidak lebih dari itu! Beliau pun bisa salah karena beliau manusia. Karena Kebenaran itu datangnya dari Allah sedangkan kesalahan itu datangnya dari manusia yang diciptakan memang tempatnya salah dan khilaf.

wallahu’alam bishowab.

28-29 ramadhan 1433 H / kamis 16 Agustus 2012

07.38 wib


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: