Yuldiais's Blog

Take the silver line of life

Bersyukur Menjadi Guru

on August 20, 2012

Tidak pernah aku merencanakan hidup menjadi seorang guru. Kini, Allah telah menakdirkan aku menjadi seorang guru SD di sebuah Islamic International Scool di kawasan Jakarta Timur.

Aku sarjana biologi non-kependidikan. Aku tidak punya akta 4 ataupun pengalaman mengajar formal lainnya. Saat Allah menempatkanku sebagai seorang guru di sebuah SD, banyak hal baru yang aku pelajari dan semua itu tidak aku dapatkan selama kuliah. Aku pikir semakin banyak yang orang yang menjadi guru dari jurusan non-kependidikan, dan aku salah satunya. Namun setelah berkecimpung dalam dunia pendidikan, aku ingin semakin menceburkan diri ke dalamnya dengan menjadi guru yang lebih baik lagi dari waktu ke waktu. aamiin.

Setalah hampir dua tahun aku berprofesi menjadi guru, aku semakin mengerti betapa menjadi guru itu sangat menyenangkan. Oya..? iyaaa…๐Ÿ˜€ mau tau kenapa..? nih dia.. :

  1. Ilmu bertambah, karena kita terus memberi, baik ilmu utama (akademik) maupun ilmu pendukung seperti psikologi pendidikan, psikologi anak dan parenting. Dengan memahami karakter anak-anak sangat membantu kita memahami karakter orang dewasa.
  2. Membuat kita jadi kreatif. Mengajar itu seni, seni itu keahlian dan itu bisa diciptakan dengan belajar dan berlatih. Selain itu, otak kita dilatih menyelesaikan masalah hidup dengan cepat karena kita terlatih untuk mencari solusi dalam pembelajaran.
  3. Berjiwa positif dan lingkungan yang positif. Guru yang baik selalu memiliki jiwa positif karena semua guru ingin anak didiknya memiliki motivasi belajar yang baik sehingga bisa menjadi anak yang berprestasi.
  4. Punya waktu liburan. Saat anak didik libur, gurupun ikut libur meski tidak sebanyak anak didiknya. Hal ini sangat menguntungkan bagi wanita yang sudah berumah tangga, karena bisa menemani anak-anaknya berlibur.
  5. Punya waktu yang tebih banyak untuk keluarga. Masuk pagi pulang siang-sore, hal ini bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan perhatian untuk keluarga.
  6. Punya waktu untuk mengembangkan bakat. Guru yang memiliki bakat lain, bisa mengembangkannya setelah pulang sekolah karena waktu yang tersedia masih lumayan banyak.
  7. Punya waktu untuk menambah penghasilan. Tergantung minat guru tersebut. Jika suka menulis, waktu yang ada bisa dimanfaatkan sebagai penulis lepas misalnya.
  8. Tingkat stress rendah. Apalagi ngajar anak SD, waduhhh…ngeliat tingkah laku anak-anak yang lucu bikin pengen tertawa, meski nyebelin tapi ngegemesinnn..! >.<
  9. Memiliki komunitas. Banyak komunitas guru tersebar di berbagai kota diย  Indonesia, sehingga guru bisa saling berbagi untuk meningkatkan kualitas keprofesiannya.
  10. Berkunjung ke tempat-tempat baru, di dalam pelajaran ada waktunya pelajaran tersebut memerlukan kunjungan langsung sesuai seperti yang di dalam buku.
  11. Menambah relasi dan meningkatkan networking. Jika guru tersebut juga aktiv di luar sekolah, maka itu menguntungkan bagi guru tersebut.
  12. Disiplin. Tidak mungkin mengajarkan disiplin jika guru tersebut tidak disiplin.
  13. Sholat tepat waktu. Ini yang sangat aku syukuri menjadi guru. Alhamdulillah bisa sholat tepat waktu, bahkan bisa sholat dhuha..๐Ÿ™‚
  14. Bangun pagi. Guru dituntut untuk tiba di sekolah sebelum anak-anak didiknya tiba, sehingga mendorong para guru untuk bangun pagi. Konon katanya kebiasaan bangun pagi ini salah satu kebiasaan orang sukses!๐Ÿ˜‰
  15. Senantiasa belajar. Belajar memaafkan, belajar memahami, belajar menerima, dan belajar kehidupan yang lainnya.

Hmmm… masih adakah keuntungan menjadi guru formal yang lainnya..? yuk mari share di sini..!๐Ÿ™‚


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: