Yuldiais's Blog

Take the silver line of life

Skala Prioritas Hidup

on August 21, 2012

Kawan, pernahkah membaca atau mendengar pepatah yang berbunyi“you are what you think”. Pernah pula kah membaca atau mendengar pepatah yang berbunyi:

“perhatikan pikiranmu karena ia akan menjadi perasaanmu, perhatikan perasaanmu karena ia akan menjadi ucapanmu, perhatikan ucapanmu karena ia akan menjadi tingkah lakumu, perhatikan tingkah lakumu karena ia akan menjadi kebiasaanmu, perhatikan kebiasaanmu karena ia akan menjadi karaktermu, dan perhatikan karaktermu karena ia akan menjadi nasibmu”.

Mumpung masih lebaran, masih hangat-hangatnya suasana ramadhan, istilahnya mumpung besi masih panas mari kita bentuk besi ini menjadi bentuk yang diinginkan, mari kita bentuk diri kita yang insya Allah telah kembali fitri ini menjadi insan yang mulia.

Pesan dari kutipan di atas tersebut sangatlah bermakna. Akar dari nasib adalah pikiran, maka dari itu kendalikanlah bacaan yang kita baca, gambar yang kita lihat, acara tv atau film yang kita tonton, siaran radio yang kita dengar, lagu-lagu yang kita dengar, berita yang kita baca, kita tonton dan ataupun yang kita dengar, komunitas dan sahabat-sahabat yang kita pilih, dan ilmu yang kita pelajari. Karena semua itu akan menjadi konsumsi bagi otak kita, pikiran kita. Dan kita semua sudah tau kan akibat yang dihasilkan dengan pikiran kita..?

Ada baiknya kita yang memegang utuh kendali hidup kita, bukan orang lain ataupun lingkungan yang tidak bertanggung jawab. Sebuah cara arif dan bijak adalah dengan mengetahui urgensi suatu hal melalui skala prioritas, apakah hal tersebut :

  1. Penting dan mendesak, misal menyelesaikan tugas-tugas kantor, sekolah, kuliah ataupun organisasi. Orang yang senantiasa hidup berada di kuadran satu akan mengalami stress tingkat tinggi karena senantiasa dikejar deadline.
  2. Penting tapi tidak mendesak, misal belajar bahasa inggris dan berolahraga. Orang yang hidupnya di kuadran ke dua kehidupannya senantiasa seimbang karena ia melakukan hal-hal penting dalam hidupnya tapi dalam kondisi yang tidak mendesak atau tidak dikejar deadline.
  3. Tidak penting tapi mendesak, misal seseorang yang sangat ingin membeli hp baru namun uangnya tidak mencukupi, akhirnya nekat meminjam uang ke orang lain demi menuruti nafsunya. Bisa dibayangkan jika kita melakukan hal yang tidak penting namun mendesak? Yang ada biasanya penyesalan.
  4. Tidak penting dan tidak mendesak, misal menonton sinetron, kongkow, nge-gibah, dll. Sayangnya banyak diantara kita menghabiskan waktunya dengan melakukan hal-hal yang tidak penting dan tidak mendesak.

Bila kita visualisasikan empat skala prioritas tersebut, maka akan menjadi diagram berikut ini :

Nah begitulah kawan sekiranya jika kita mau memetakan kehidupan kita ini. Banyak keuntungan yang akan kita peroleh dengan memahami skala prioritas hidup. Di dalam Islam, ada sebuah fiqih mengenai skala prioritas ini, namanya fiqih Aulawiyat atau fiqih skala prioritas. Untuk lebih jelasnya, silakan kawan klik link tersebut.

Alhamdulillah aku merasa hidupku saat ini begitu tenang.. bulan ramadhan sangat berpengaruh kepadaku, di dalamnya aku merasa tenang, tenang pikiran, tenang hati, dan tenang jiwa.. barusan aku terpikir, selain rahmat Allah SWT, apakah gerangan yang membuat aku begitu tenang..? ow… ternyata aku lupa dengan fb, aku lupa dengan radio, aku lupa dengan lagu-lagu baik yang di winamp maupun di radio kecuali lagu nasyid yang berisikan nasehat.

Subhanallah.. ternyata, banyak sekali hal yang tidak kita perlukan namun kita ambil bahkan kita simpan tak terbagi. Hal-hal yang tidak diperlukan itulah yang memenuhi hati dan pikiran kita sehingga hanya sedikit ruang atau bahkan tidak ada ruang sama sekali untuk hal-hal penting dan mendesak yang seharusnya mengisi ruang hati dan pikiran kita.

Kawan, tetap semangat belajar dan memperbaiki diri yaaa..!🙂 yuk mari kita tumbuh dan berkembang bersama dalam hidup ini, bukan angan-angan yang hilang tertiup angin. Semoga hidup kita menghasilkan karya dan penuh prestasi yang menghantarkan kita ke syurga Allah SWT. aamiin.

Salam sayangku untuk kalian.

Yuldi Ais🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: