Yuldiais's Blog

Take the silver line of life

Aku Ingin Mencintainya

on December 28, 2012

Aku menanti kehadirannya. Tak terhitung waktu, tak terhitung masa bersabar aku berjalan menemukannya. Mencoba mencari jati diri, bahkan hingga kini aku belum terlalu mengerti apa sebetulnya yang aku ingini dalam hidup ini.

Sekarang adalah masa depanku di masa lalu. Namun apakah masa depanku ini merupaka cita-citaku di masa lalu?? oh…jika aku flashback lagi ke masa kanak2, remaja dan hingga menjelang dewasa, aku mengalami banyak perubahan keinginan yang belum stabil.

Belum Jelas

Waktu SD, aku bercita-cita menjadi seorang atlit renang Indonesia, namun karena orang tuaku tugas pindah2 kota, akhirnya karir renangku “terbengkalai”. Namun aku masih punya cita-cita lain yaitu menjadi bintang film atau wartawan. Aku sering mengikuti kegiatan seni seperti menari dan pernah beberapa minggu ikut les privat keyboard. Seiring dengan berjalannya waktu, aku hanya menjadi anak biasa, biasa rangking 3 besar, biasa juara renang, biasa jadi delegasi sekolah jika ada event. Ya..aku hanya anak biasa yang memiliki prestasi rata-rata dan tidak ada sesuatu yang wow dalam diriku. Masa SD pun berlalu..

Berganti masa SMP. Menginjak fase ini, minatku terhadap organisasi mulai tumbuh, minat terhadap keagamaan juga tumbuh. Aku ikut beberapa ekstra kulikuler seperti OSIS, pramuka, dan olahraga Voli. Namun, hasilnya biasa2 saja. Lagi-lagi tidak ada prestasi khusus yang bisa aku banggakan, kecuali “kecelakaan” menjadi peserta lomba olimpiade matematika.

Beranjak remaja matang, di masa SMA aku pun masih menjadi siswa yang biasa. Biasa menjadi delegasi sekolah, biasa jadi pengurus OSIS, biasa jadi ketua ekskul Jurnalistik & Fotografi, dan biasa manggung musik di beberapa kafe di Surabaya bersama grup band ku. dan kemudian lulus menjadi siswa biasa.

Aku tidak bangga dengan multi talentaku, karena ini membuatku bingung karena di usia matang seperti sekarang, yang dibutuhkan adalah keahlian. Aku ahli di bidang apa jika aku terus-terusan sebagai seorang generalis…? Apa sebenarnya bidang yang menjadi minat dan ketertarikanku..?

Mencoba menelurusi lorong jiwa dan pikiran, sebetulnya, mauku ini apa toh..??! Hingga pada menjelang akhir tahun 2010 aku putuskan aku ingin menyelam ke dalam dunia pendidikan. Dan kini, aku berada di dalam dunia ini. Tapi, lagi-lagi “karir” pendidikanku biasa-biasa saja. Belum ada sesuatu yang wow yang bisa aku banggakan untuk diriku. Aku masih melihat dan menganggapnya ini adalah biasa. Aku belum gereget dengan dunia ini, tapi aku harus mencintainya karena kini aku telah “menikah” dengannya.

Di mana aku seharusnya?

Ahhh…pantaslah jika hingga kini aku masih terombang-ambing dalam kepastian hidup. Mau dibawa kemana hidupmu cantik..? Mencoba berkompromi dengan jiwa, sebenarnya mauku adalah menikah dengan laki-laki yang aku cintai, memiliki anak darinya, merawatnya dan merawat anak-anakku, mendidik anak-anakku. Aku hanya ingin menjadi ibu rumah tangga yang memiliki manfaat untuk keluarga dan masyarakat sekitar.

Sebenarnya aku tidak menginginkan karir di sebuah instansi, karena itu aku tidak bergairah dan tidak ngotot kerja hingga menjabat posisi tertentu. Aku tidak menginginkan posisi, yang ku inginkan hanyalah aku punya penghasilan, tetap di rumah, dan memiliki aktivitas yang jauh lebih bermanfaat seperti mengisi training-training dan jalan-jalan ke berbagai penjuru dunia dalam rangka mengisi training. Itu yang aku inginkan.

Aku ingin menikah dan berkarir di rumah tangga dan masyakarat. Aku tidak ingin terikat kerja. Aku ingin punya usaha sendiri atas dukungan suami dan anak-anak. Aku ingin menjadi pendukung utama suami dan anak-anakku. Tapiiiiiiiiiiiiii…. saat ini aku belum menikahhh,, jadi mau tidak mau aku harus mensyukuri atas semua hal yang telah Allah berikan padaku.. Jadiii,,aku harus mencintai pekerjaanku karena saat ini aku tengah “menikah” dengan pekerjaanku.

Ya Allah, hamba ingin mencintai pekerjaan hamba sebagaimana Engkau memberikannya pada hamba dengan cinta. Tapi ya Allah, hamba ingin hidup dalam kejujuran. Hamba tak tahan mungkin berlama-lama dalam dunia yang hamba tidak mencintainya.. Maafkan hamba ya Allah,, izinkan hamba mengatakan hamba belum bisa mencintai pekerjaann hamba. Namun hamba yakin dengan pertolonganMu, tolong bantu hamba mencintai pekerjaan hamba ya Allah sebagai wujud syukur hamba kepadaMu. aamiin.

Malu sebenarnya sama generasi yang lebih muda namun sudah banyak karya dan memiliki ketegasan garis hidup ingin menjadi apa. Malu tapi bangga dengan mereka yang satu generasi dengan saya yang telah menjadi apa yang mereka inginkan. Inilah hidup, dan terkadang aku ingin mengakhiri episode kebingungan masa depan yang berlarut-larut ini.

Salam damai

Cantik


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: