Yuldiais's Blog

Take the silver line of life

Warna Warni I’Tikaf

on August 7, 2013

Ramadhan baru saja pergi meninggalkan kita semua. Kepergiannya diiringi dengan hujan tepat di saat maghrib menjelang. Sepertinya alampun bersedih dengan kepergiannya sebagaimana akupun sedih ditinggalkannya.

Ramadhan kali ini benar-benar aku niatkan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga tercinta. Sehalus mungking aku menghilang dari peredaran agar tidak diundang untuk buka puasa bersama, kecuali oleh instansi tempatku menjemput rizki. Alhamdulillah..hampir di setiap berbuka aku lewatkan di rumah bersama keluarga tercinta, begitu pula dengan sahur. Meski aku i’tikaf, namun saat sahur aku usahakan pulang ke rumah demi keluarga.

Aku baru mulai i’tikaf di malam ke-24 ramadhan. I’tikaf ku kali ini pindah2 tidak hanya di satu masjid saja. Menarik bagiku, banyak pelajaran yang bisa aku petik salah satunya mengenai kesabaran. Saat i’tikaf, kesabaran kita diuji melalui antri toilet yang begitu panjang, belum lagi nanti ada orang yang nyelak dan tidak merasa bersalah telah melakukannya.

Kata ayahku, saat ibadah haji ujian kesabaran itu semakin diuji, bahkan yang datang dari berbagai negara. O iya ya, aku langsung merasakan bahwa kesabaran saat antri toilet waktu i’tikaf itu tidak ada apa-apanya bila dibandingkan di tanah suci nanti.

Pemandangan indah dan menyejukkan banyak aku lihat selama i’tikaf. Aku sangat suka dengan pemandangan keluarga yang memboyong keluarganya i’tikaf di Masjid. Satu keluarga bawa selimut tebal, bantal, dan selimut tidur di masjid, mulai dari anak bayi hingga anaknya yang sudah besar. Subhanallah indahnya…🙂

Selain itu, aku suka dengan melihat remaja bersama gengnya ikut serta i’tikaf. Para pemuda dan pemudi, dan para pasangan baru menikah. Wahhh…kalo yang terakhir ini yang sangat menarik perhatianku. Semoga ramadhan tahun depan aku bisa melakukannya dengan suamiku. aamiin ya rabbal ‘alamiin..🙂

Menjelang tengah malam, sebagian besar jamaah larut dalam istirahatnya, namun ada sebagian kecil yang terus mengaji. Di sepertiga malam sekitar jam 1an, para jamaah mulai bangun dan siap2 untuk solat tahajjud berjamaah. Inilah sesi yang paling aku tunggu. Sesi dimana saat solat witir, pada rakaat ke-3, imam membaca doa qunut yang begitu mendayu sedih. Ya Allah..aku tidak bisa menahan gejolak hati dan air mata mendengar doa qunut tersebut. Subhanallah..

Serasa ada puncak rasa yang tidak bisa aku ceritakan setelah mengikuti rangkaian solat dan i’tikaf. Ada kenikmatan di hati yang melegakan. ya Allah.. izinkan aku bertemu dengan ramadhanMu lagi, lagi dan lagi.

Aku hanyalah orang biasa yang tertarik dan berminat terhadap aktivitas-aktivitas yang mendekatkan diri dan hati kepada Allah SWT, yang membuatku merasa tentram. Aku hanya ingin mensyukuri nikmat Allah dengan menjalankan apa yang diperintahNya, meski terkadang masih belum sempurna.

Alhamdulillahirobbil ‘alamiin. Allohuma sholi ‘ala Muhammad wa ‘ala ali muhammad.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: